28 February 2024
Pengertian Teknologi Pangan dan Manfaatnya bagi Manusia

Pengertian Teknologi Pangan dan Manfaatnya Bagi Manusia

Pengertian Teknologi Pangan dan Manfaatnya Bagi Manusia – Teknologi pangan adalah suatu disiplin ilmu yang menerapkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pangan khususnya pekerjaan pascapanen atau pascapanen dengan menggunakan teknologi tepat guna. Sehingga keuntungan tersebut akan meningkatkan nilai tambah bahan makanan tersebut.

Pengertian Teknologi Pangan dan Manfaatnya Bagi Manusia

Pengertian Teknologi Pangan dan Manfaatnya bagi Manusia

carisbrookehighschool – Dalam teknologi pangan, kami mempelajari sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi bahan pangan. Selain itu, kami juga mempelajari proses pembuatan makanan. Keistimewaan ilmu ini cukup beragam, antara lain pengolahan, pengemasan, penyimpanan, pengawetan dan lain-lain.

Sejarah awal teknologi pangan adalah ketika Nicolas Appert menerapkan proses pengawetan pangan. Proses ini berlanjut hingga hari ini. Namun, pada saat itu, Nicolas Appert tidak melakukan hal tersebut atas dasar sains. Penerapan teknologi pangan berbasis sains pertama kali diterapkan oleh Louis Pasteur ketika ingin mencegah kerusakan akibat pertumbuhan mikroba pada anggur yang difermentasi. Dia melakukan ini setelah memeriksa buah anggur yang terinfeksi.

Selain itu, Pasteur juga menemukan proses yang telah dinamakan pasteurisasi. Proses ini merupakan pemanasan susu atau produk susu untuk membunuh mikroba yang ada pada produk tersebut. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir perubahan sifat susu. Di Indonesia sendiri, sejarah teknologi pangan erat kaitannya dengan aspek-aspek berikut, yaitu pengembangan kelembagaan, program pelatihan, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, fasilitas, lapangan kerja, serta dinamika sosial dan tren konsumsi pangan.

Proses dan Manfaat Teknologi Pangan
Lahirnya teknologi pangan berdampak besar terhadap ketersediaan pangan. Ladang dan tanah terkadang bisa menghasilkan makanan. Namun kebutuhan manusia bersifat rutin atau berkesinambungan. Jadi tidak mungkin jika kita harus menunggu untuk memenuhi kebutuhan fisik sampai panen tiba. Untuk itulah teknologi pangan diciptakan. Tujuannya adalah untuk menciptakan teknologi pengawetan pangan agar pangan dapat disimpan lebih lama dan dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Teknologi pengawetan sangat berguna untuk pemerataan bahan makanan di seluruh dunia. Dahulu orang Eropa tidak bisa menikmati makanan dari Asia. Namun dengan bantuan teknologi pangan, setiap penjuru dunia bisa menikmati makanan khas negara lain.

Seringkali banyak masyarakat Indonesia yang bertanya-tanya tentang ilmu yang didapat dari kuliah di Jurusan Teknologi Pangan. Oleh karena itu, teknologi pangan sederhana tidak dapat dipisahkan dari proses. Proses yang dimaksud di sini meliputi pengolahan bahan pangan mentah hingga menjadi pangan layak konsumsi manusia. Beberapa proses penyiapan pangan dalam produksi pangan diuraikan sebagai berikut:

1. Penyortiran
Untuk menghasilkan pangan yang layak dikonsumsi, langkah pertama yang dilakukan adalah memilih bahan pangan yang kemudian diolah. Produk yang dihasilkan dapat memiliki kualitas terbaik jika dipilih produk terbaik, sehat dan terjamin sebagai bahan bakunya..

Misalnya, saat pemilihan biji kopi akan dilakukan berdasarkan perbedaan proses perendaman atau dibedakan dari warnanya. Pilihan biji kopi yang dipilih berdasarkan warna biasanya disortir dengan mesin yang dilengkapi sensor warna khusus. Sedangkan pada proses seduhan, biji kopi yang masih terapung dipisahkan dengan ampas kopi yang terendam air. Contoh lainnya adalah pada saat proses pemilihan buah nanas biasanya disortir berdasarkan ukurannya agar dapat diperas.

 

Baca Juga : Mengenal Jurusan Agroteknologi Pertanian Di Negara Agraris

 

2. Potong
Memotong makanan biasanya memerlukan pengukuran yang tepat. Sehingga memerlukan teknologi alat pengiris makanan. Memudahkan memotong dan membagi makanan dengan cepat dan akurat sesuai ukuran yang diinginkan. Misalnya saja pemotongan roti dengan teknologi mesin pemotong pada suatu toko roti.

3. Pencucian
Setiap kali hendak menyiapkan makanan olahan, bahan bakunya harus dicuci dan disterilkan terlebih dahulu. Jika bahan mentah tidak dicuci dan disterilkan, sangat berbahaya untuk dikonsumsi nanti. Misalnya makanan yang penuh dengan kotoran atau debu dapat menyebabkan keracunan pada orang yang mengkonsumsinya yang ditandai dengan diare.

Tujuan proses pencucian adalah untuk menghilangkan kotoran dan mengawetkan zat murni. Saat ini, terdapat MPN, atau metode bilangan paling mungkin, yang dapat digunakan untuk memeriksa jumlah mikroba dalam makanan. Sehingga dapat membantu menentukan higienitas makanan.

4. Pengeringan
Proses pengeringan ini biasanya bertujuan untuk menghilangkan kandungan air pada bahan pangan. Agar makanan tidak mudah rusak, busuk dan tetap awet. Proses pengeringan dilakukan misalnya pada saat pembuatan kue kering. Dimana kue kering dijemur di bawah terik matahari agar lebih nikmat. Contoh lainnya adalah singkong yang digiling lalu dikeringkan untuk dijadikan tepung tapioka.

5. Pemanasan
Semua makanan olahan biasanya diolah dengan cara dipanaskan. Misalnya saja saat membuat nasi goreng, kecap sering ditambahkan untuk menambah cita rasa pada nasi. Selama pemanasan, gula dalam kecap yang ditaburkan di atas nasi goreng menjadi karamel. Hal ini membuat aroma nasi gorengnya semakin harum dan nikmat.

 

Teknologi Pangan

 

Manfaat teknologi pangan bagi masyarakat dan produsen
Ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai banyak manfaat yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya adalah pengetahuan tentang teknologi pangan. Teknologi pangan adalah teknologi yang menerapkan pengetahuan baru tentang bahan pangan. Terutama materi yang sudah dikoreksi.

Salah satu tugas teknologi pangan adalah meningkatkan nilai pangan agar dapat ditingkatkan semaksimal mungkin. Tidak hanya itu, teknologi pangan juga berdampak besar pada penambahan bahan pangan secara rutin. Seperti kita ketahui, alam dapat menghasilkan makanan dari waktu ke waktu. Sementara kebutuhan pangan masyarakat merupakan kebutuhan rutin. Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai manfaat teknologi pangan, simak penjelasannya di bawah ini:

1. Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat
Salah satu keunggulan teknologi pangan adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat secara berkala. Pasalnya, kebutuhan seseorang akan makanan tidak dapat dihentikan karena hal tersebut terjadi secara rutin. Pada saat yang sama, produk pangan alam memiliki jangka waktu yang terbatas.

2. Memperkuat kreativitas produsen
Keuntungan mempelajari teknologi pangan adalah bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dan menunjang pengetahuan produsen. Dengan begitu, mereka bisa selalu berinovasi dalam memperkenalkan makanan terbaru dan mengetahui kebutuhan pasar atau konsumen.

3. Pengawetan Pangan
Teknologi pangan juga dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk mengawetkan hasil tangkapannya. Agar ikan mereka bisa bertahan lebih lama dan tidak menimbulkan kerusakan, karena ikan yang dijual pada hari itu tidak bisa dijual kembali. Nelayan bisa memanfaatkan teknologi ini.